baca selengkapnya >> Lain - Train Song (music video)
ODYSSEY OF LIFE ....
Lain - Train Song (music video)
Posted by
call me niah
on Thursday, May 5, 2011
Labels:
FAV VIDEO CLIP
/
Comments: (0)
Posted by
call me niah
Labels:
FAV VIDEO CLIP
/
Comments: (0)
Introducing Palace Players - Mew
Love the song and the clip --
'I dont like Flowers.."
I Don't Like Flowers..."
Anna Akhmatova
I don't like flowers - they do remind me often Of funerals, of weddings and of balls; Their presence on tables for a dinner calls. But sub-eternal roses' ever simple charm Which was my solace when I was a child, Has stayed - my heritage - a set of years behind, Like Mozart's ever-living music's hum. Translated by Yevgeny Bonver, December, 2001 Edited by Dmitry Karshtedt, August, 2001
Saya kira Anna Akhmatova adalah bunga itu sendiri. "Flowers" bukan sebagai penanda ke ber"ada"an bunga semata, namun menurutnya esensi bungajauh dari ada nya untuk simbolisasi fungsi harfiah semata. Keindahan hakikinya lah yang ingin di katakannya. Dia lebih menyukai ke ilahian esensi bunga, memberi keindahan yang sederhana, seperti ritme-ritme kecil yang tak pernah lekang oleh waktu. Membaca sejarah dan perjalanan seorang Anna Akhmatova, dengan pendefinisian dirinya : seorang wanita, seorang Rusia dan penulis puisi ditengah era cengkraman Stalinisme, perjalanan naik turun hidupnya, yang saya pahami (maaf saya cuma dhoif dan bodoh) dia hanya ingin menjadi bunga dalam esensi ke ilahian ... wanita adalah keindahan yang abadi.... jipang panolan dan aryo penangsang
Posted by
call me niah
on Saturday, April 30, 2011
Labels:
dazzling visited place
/
Comments: (0)
Menjawab keingintahuan atas semantik ingatan ku, tentang tontonan favorit masa kecil, yang tiada lepas dari memori ingatan. Masa kecil di kota kecil, membuat ku akrab dengan pementasan Ketoprak Siswobudoyo yang beberapa bulan sekali mampir di kotaku. Ku pun akrab dengan beberapa tema panggung ketoprak yang selalu menggunakan sejarah mataram hindu hingga mataram Islam sebagai background cerita. Puluhan tahun sudah ku tak pernah lagi menonton pementasan ketoprak, namun masih tertanam kuat pada chunk memory ku dua cerita yang mungkin menjadi cerita favoritku pada pementasan ketoprak yaitu kisah tentang Aryo Penangsang dan Kisah Suminten edan.
Kesempatan tugas luar di Cepu di daerah yang terpencil, mengharuskan ku untuk melihat google map untuk melihat di mana ku bertugas. Tiba-tiba ku baca tulisan Jipang-Panolan yang kemudian me-recalled impuls ingatan ku tentang cerita pementasan Ketoprak Siswobudoyo yang paling aku sukai. Ya Aryo Penangsang, sosok itu sangat membekas di ingatan ku, yang mungkin adalah manifestasi ingatan masa kecilku atas disclosure penangkapan ku atas cerita ketoprak tentang sejarah kemelut kerajaan demak. Sosok itu begitu melekat di benakku, tentang kudanya, pertempuran di sisi bengawan solo, dan sosoknya yang gagah (karena mungkin dulu di mainkan oleh Suyadi, leading actor yang selalu memerankan tokoh-tokoh penting di Siswobudoyo).
Scene cerita pementasan yang masih terlalu kuat di ingatanku, adalah klimaks pementasan yaitu pertempuran antara dua orang dengan tombak terhunus dan Aryo Penangsang dengan usus bersimbah darah yang keluar dari perutnya, kemudian pertempuran berakhir tragis ketika Aryo Penangsang tercerabut ususnya ketika mengambil kerisnya. Terlepas penokohan antagonis nya berhadapan dengan Hadiwijaya, ku mengagumi sosok nya. Mungkin penilaian masa kanak-kanakku terpengaruh debat mama-papa tentang cerita polemik politik kerajaan masa silam ini. Betapa mama tidak simpatik dengan cara Hadiwijaya menggunakan kuda betina untuk menghalangi laju kehebatan kuda Aryo Penangsang yang dianggap tidak gentle, sedangkan papa menganggap Aryo Penangsang terlalu pemberang dan emosional karena belum mampu menyudahi penggenapan puasa 40 harinya.
Puluhan tahun berlalu, tiba-tiba lampu bohlam ku berkelip cepat, dan ku segera menyambar kamera dan menuju ke kecamatan Jipang-Panolan. Bayangan scene-scene pementasan Siswobudoyo juga ter-retrival pelan-pelan menemani perjalanan siang itu. Tidak jauh sebenarnya perjalanan dari pusat kecamatan Cepu, 20 menit kemudian jalan berujung menjadi dua belokan kiri tertulis Jipang - kanan tertulis Panolan. Ku berhenti sebentar, sambil bertanya masih adalah sisa-sisa kerajaan tersebut, warga yang kebetulan di warung menjawab ramah dengan mengatakan tidak ada.
Belokan ke arah Jipang, sepanjang jalan menyisi pinggiran bengawan solo yang tenang siang ini. Hingga ku tiba di pemakaman kampung sederhana, ya seperti layaknya pemakaman desa dengan pohon pohon besar meneduhi dan pagar batu bata mengelilinginya serta tertulis jelas Makam Gedong Ageng Jipang. Pak ojek yang menyertai ku menunjukkan makam yang di kelilingi kain putih yang sudah lusuh yang langsung dapat terlihat jelas dari depan adalah makam Aryo Penangsang.
Tak berlama ku disana, ku memilih untuk menelusuri jalanan aspal desa itu dengan berjalan kaki, memasuki gang kecil yang mengarah pinggir Bengawan Solo, melewati beberapa lahan tanah dengan pohon jati dan beberapa tananaman ketela pohon. Ku bertemu dengan seorang kakek yang sibuk mencangkul tanah persis di pinggir Bengawan Solo, Mbah Min namanya. Menyapa, bertegur sapa beliau tersenyum ramah. Jadilah kami duduk bertiga persis di pinggir bengawan aku, Mbah Min dan tukang ojek. Beliau bertanya pertanyaan standar asal usul dan keperluan ku datang ke sana, begitu mengetahui ku hanya ingin melihat asal-usul tokoh ketoprak favoritku, mulai lah beliau bercerita. Bagi warga Jipang, sosok Aryo Penangsang adalah sosok pemimpin yang hebat, sosok yang pemberani, tegas, kasar, tanpa basa-basi, temperamental, namun jujur terhadap nuraninya dan sosok yang tanpa takut berjuang untuk apa yang diyakininya. Warga Jipang sangat mengagumi sosok Aryo Penangsang hingga saat ini . Hanya saja polemik perebutan kekuasaan dan tahta adalah penyakit manusia yang tak berakhir dari dulu hingga sekarang, begitu Mbah Min menambahkannya.
Pandangan ku beralih menelusuri sepanjang aliran sungai, Mbah Min kemudian menambahkan didaerah aliran sungai yang berada di sekitar makan, warga tidak ada yang berani menambang pasir, menurut beliau ada kepercayaan kualat atau mendapat sial jika menambang pasir di sana. Sore segera menjelang, ku sudahi pertemuan kami sambil berucap pamit tiba-tiba Mbah Min berucap untuk jangan takut berjuang terhadap apa yang di yakini, dan itu membuat ku terharu. Sore itu perjalanan iseng dan hanya di dasarkan keingin tahuan pada sosok favorit dan lakon favorit di ketoprak Siswobudoyo itu berakhir dengan menyenangkan, Maturnuwun Mbah Min...maturnuwun.
@Jipang Cepu - Nia 2011
review artikel
THE COLORFUL LIFE OF CAPITAL’S CHAMPION
Seligman
(The Wall Street Journal – 2007)
Seligman
(The Wall Street Journal – 2007)
Schumpeter percaya bahwa ketidakseimbangan berkaitan dengan kelompok berpendapatan tertinggi adalah alasan bagaimana pengusaha terus berjuang untuk payoff-nya. Pada Phrophet of Innovation , Thomas K McCraw mengemukakan bahwa kehidupan pribadi Schumpeter lebih menarik dibanding pemikiran publiknya. Pada artikel ini Seligman bercerita mengenai rentetan kehidupan Schumpeter dari buku Phrophet of Innovation, berawal dari seorang sekretaris keuangan selanjutnya memiliki kedudukan sebagai chairman dan prseiden direktur dapa korporasi bank swasta, hingga pada suatu ketika Schumpeter benar-benar jatuh seiring kolapsnya pasar saham di Vienna 1924, yang kemudian memaksa Schumpeter terjerat dalam hutang, namun dia berhasil memperoleh jaminan pinjaman dan harus membayar hutang tersebut dan selanjutnya Schumpeter berhasil mengajar di Harvard. Kemudian kisah hidupnya yang lebih menyedihkan ditandai lagi melalui pertemuan Schumpeter dengan seorang wanita muda, menikah dan meninggal ketika melahirkan di tahun 1926, dan peristiwa tragis hidupnya dilanjutkan dengan wafatnya sang ibu. Sebaliknya, dalam kehidupan karirnya sebagai seorang professor di Harvad, kelasnya sangat popular , walaupun schumpeter tidak begitu diakui di kalangan teman sejawatnya. Hal ini disebabkan karena anggapan bahwa pemikirannya yang kurang sesuai dengan pemikiran Keynesian yang sedang naik daun pada masa itu dan pada 1948 dia terpilih menjadi presiden asosiasi ekonomi Amerika. Schumpeter. Buku pertama Schumpeter yang sangat termasyur “Capitalism, Socialism and Democracy yang menggambarkan tentang pentingnya elite entrepreneur untuk perubahan dan pertumbuhan, untuk siklus bisnis, dan untuk keberlangsungan kapitalisme. Walaupun dia mempertanyakan keberlangsungan Kapitalis, namun Schumpeter menekankan bahwa kesuksesan adalah realitas ekonomi, dan merupakan ancaman sosial. Kapitalisme terletak pada bagaimana cara orang berpikir. Melalui pengurangan keputusan-keputusan yang berkait dengan biaya dan manfaat-manfaat yang diharapkan akan membangun kerangka kritis dari suatu pemikiran. Schumpeter menekankan bahwa dalam kehidupan akan selalu ada ketidakstabilan, dan perusakan otoritas sosial oleh berbagai institusi-institusi, dan pada akhirnya akan berbalik melawan.
Seligman menutup artikelnya dengan memberikan contoh fenomena pada saat era protes perang Vietnam, dimana para elit kampus yang bisa disebut kelas menegah keatas memandang Amerika senagai “sick society” (masyarakat yang sakit). Berdasar pendapat Schumpeter, Seligman ingin mengatakan bahwa bagaimanapun tata kapitalis maupun tata demokrasi saat ini akan terus melahirkan sejumlah besar protes dan perlawanan dari pihak-pihak yang sebenarnya tidak mengetahui apa yang baik untuk mereka .
Review :
Buku Thomas McCraw The Phrophet of Innovation tidak hanya menguraikan potret indah mengenai seorang Schumpeter namun juga membahas mengenai dua budaya politik ekonomi yang bertentangan selepas era 1870-an. The Phrophet of innovation juga mengemukakan mengenai turbulansi kehidupan Schumpeter yang kemudian terkait dengan metapora seseorang Schumpeter dari seorang yang tumbuh di latarbelakng sosial menjadi seorang pendukung kapitalis. Pada cerita di The Phrophet of Innovation menceritakan mengenai dua tema utama yang menjiwai pemikiran-pemikiran Schumpeter yaitu: pertama, peran dari sejumlah kecil kaum superior sebagai sumber kreativitas; dan kedua, efek negatif dari kelompok mayoritas yang antipati terhadap klaim-klaim kaum kreatif minoritas. Schumpeter menjadikan tema kepemimpinan kreatif (creative leadership) sebagai isu sentral dalam konsepsinya tentang kapitalisme. Kreativitas sebagai inti Konsepsi Entrepreneurship Schumpeter. Dia telah memikirkan kreativitas, evolusi, dan individu-individu superior sebagai isu sentral dalam penjelasan sosio-saintifik beserta implikasi-implikasinya dan dalam penjelasan ilmu ekonomi.
Dalam, The Nature and Major Principles of Political Economy (1908) yang secara eksplisit menjelaskan elemen-elemen statis dan stabil dalam kapitalisme, dia menekankan bahwa kapitalisme pada faktanya dinamis dan selalu “berusaha” (dalam bahasa ilmiah disebut “kehendak kuasa”, “wille zur mucht” atau “kehendak untuk mendominasi”, “Heerenwillen”) dalam menjelaskan dinamismenya. The Theory of Economic Development, salah satu pendapat Schumpeter yang penting, yang selanjutnya merupakan landasan bagi teori pembangunannya, adalah keyakinannya bahwa sistem kapitalisme merupakan sistem yang paling baik untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang pesat. Tetapi walaupun demikian, dalam jangka panjang Schumpeter memberikan ramalan yang sangat pesimistik mengenai proses pembangunan, yaitu sistem kapitalisme akhirnya akan mengalami keadaan tidak berkembang atau stagnation. Jadi pendapat Schumpeter tidak berbeda dengan pandangan kebanyakan ahli ekonomi Klasik, yang juga meramalkan bahwa dalam jangka panjang proses pembangunan ekonomi akan mengalami keadaan yang demikian. Kemudian diceritakan pula Schumpeter tidak sependapat dengan pandangan ahli-ahli ekonomi Klasik yang menganggap bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang bersifat gradual dan yang berjalan secara harmonis. Menurut pendapatnya pertambahan dalam pendapatan Negara dari masa ke masa perkembangannya sangat tidak stabil dan keadaannya ditentukan oleh besarnya kemungkinan untuk menjalankan pembentukan modal yang menguntungkan yang akan dilakukan oleh para pengusaha. Ketidakstabilan ini berarti bahwa dalam proses pembangunan ekonomi, kemakmuran dan depresi akan timbul secara silih berganti. Pada suatu masa tertentu perekonomian akan mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja yang tinggi dan pada masa lainnya pengangguran yang serius mungkin terjadi. Dan hal tersebut di tekankan oleh Schumpeter mengenai peran entrepreneur, Teori tentang kaum elite yang disebut entrepreneur tersebut didasarkan pada kontradiksi yang samar antara the mass and the elite. Baginya, kebanyakan agen ekonomi tersebut ditandai oleh kelemahan akan kompetensi dan keinginan. Kebanyakan orang cenderung melakukan bisnis harian biasanya dan cukup melakukan itu saja. Kebanyakan waktu orang tersebut berada pada tanah yang licin dan usaha untuk berdiri tegak menguras energi mereka dan menghilangkan keinginan mereka untuk eksplorasi lebih jauh, istilah Schumpeter yaitu standing on ground that is crumbling beneath their feet.
Unsur strategis dalam aktivitas Entrepreneur adalah inovasi, yaitu aplikasi dari ide-ide baru dalam tehnik dan organisasi yang Akan membawa perubahan-perubahan dalam fungsi produksi. Inovasi Akan mengerem siklus melingkar dari ekonomi stationer dan menghasilkan perkembangan ekonomi dengan posisi ekuilibrium baru pada tingkat pendapatan yang lebih tinggi. Yang ingin ditekankan dari pembahasan artikel mengenai Schumpeter adalah bahwa walau seorang Schumpeter sangat mendukung sistem kapitalis, namun memiliki prediksi yang pesimistik mengenai kapitalisme, melalui poin inovasi Schumpeter menyebutkan sistem kapitalisme sebagai creative destruction.
Keburukan dan kebusukan kapitalisme semakin terungkap di zaman komputerisasi. Sehingga revolusi komputer semakin membuka peluang bagi kehancuran ekonomi global dibawah panji kapitalisme. Nilai tukar mata uang mengembang, telah menyebabkan fluktuasi nilai tukar yang pada akhirnya menghasilkan uang yang tak nyata yang sedemikian besarnya. Sehingga dapat mengecam setiap negara yang dilanda spekulasi uang yang tak nyata itu.Uang itu tidak dihasilkan melalui aktivitas ekonomi seperti investasi, produksi, konsumsi, atau jasa perdagangan tapi didapatkan dari jual beli uang itu sendiri. Uang sewa yang tak nyata mempunyai mobilitas tinggi karena uang tersebut tidak menjalankan fungsi ekonomi nyata. Milyaran dolar dapat berpindah dari satu negara kenegara lain dengan tekanan tombol pada sebuah komputer oleh pialang uang. Selain itu, karena uang tidak berfungsi lagi dalam ekonomi riel dan tidak membiayai suatu investasi, uang tak nyata ini bergerak berdasarkan logika ekonomi dan rasionalitas, bahkan sangat rawan, mudah terganggu oleh desas – desus, friksi elite politik, atau kerusuhan yang tak terduga. Orang-orang yang statis atau bertindak seperti kebanyakan orang tidak akan membawa perubahan. Investigasi empiris Schumpeter terhadap sesuatu di balik dinamika perubahan ekonomi membawanya ke tema “kreativitas dan inovasi “. Dan aktor ekonomi yang membawa inovasi tersebut adalah aktor superior yang jarang dan sedikit yang disebut “entrepeneur”. Jadi entrepreneur adalah pelaku ekonomi yang inovatif yang akan mendobrak keseimbangan dan kejenuhan kehidupan untuk membawanya ke tingkat “akumulasi” yang tinggi. Entrepreneur mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk (1) memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) memperkenalkan metoda produksi baru, (3) membuka pasar yang baru, (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5) menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Dobrakan dan dinamisasi yang ditimbulkan entrepreneur ternyata mendatangkan kompetitor dan Resentment (kemarahan) banyak orang yang berada dalam status quo. Ekonomi pun berangsur mengalami “deklinasi” atau kembali ke pola, ritme dan rutinitas nya yang biasa. Menurut Schumpeter hal ini sudah inheren dan tak perlu dikhawatirkan karena demikianlah entrepreneur bekerja memutarkan business cycle.Dibandingkan dengan konsepsi Kapitalisme Kreatif Bill Gates, yang berarti “sebuah pendekatan di mana pemerintah, sektor bisnis, dan kegiatan-kegiatan nirlaba, saling bekerjasama untuk memperluas jangkauan pasar, sehingga akan semakin banyak manusia yang memperoleh insentif (keuntungan),” maka konsepsi Schumpeter ini memiliki banyak kesamaan. Menggelembungkan pasar finansial adalah tindakan yang naif (untuk tidak mengatakan bodoh). Sudah saatnya pembangunan diarahkan ke infrastruktur sektor riil dan peningkatan kesejahteraan pubik dan masyarakat secara lebih luas dan massif.
achsani 2011
achsani 2011
everything illuminated.
Posted by
call me niah
on Tuesday, April 26, 2011
Labels:
PHOTOGRAPH DISCOVERY
/
Comments: (0)
senja
Posted by
call me niah
Labels:
PHOTOGRAPH DISCOVERY
/
Comments: (0)
Kerangka Segitiga di Tengah Hutan Wonocolo
Posted by
call me niah
Labels:
dazzling visited place
/
Comments: (0)
Kilang Minyak Tradisional - Wonocolo Kasiman Kab. Bojonegoro
Siang terik panas tak menghentikan keinginan untuk menuju tempat yang di rekomendasikan tukang ojek selagi tugas luar kota di Cepu, walau perjalanan 40 km menuju ke utara menembus jalan menuju kecamatan Kasiman akan di tempuh dengan sepeda motor. Satu hal yang menggelitik, Cepu adalah kecamatan dalam wilayah Blora, namun jika di lihat dari Jembatan panjang sebagai penanda perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur, arah menuju Kasiman adalah setelah jembatan panjang tersebut. Dan kecamatan Kasiman masuk pada wilayah kabupaten Bojonegoro. Saya menunggu seakan tiada sabar untuk segera mencapai suatu tempat yang sudah saya inginkan ketika tugas kantor baru berjalan sehari.
Langit biru sempurna dihiasi arak-arakan awan putih menemani perjalanan, Speed of sound - Coldplay sengaja ku masukkan playlist dan terputar berulang sepanjang jalan. Dataran agak tinggi mulai terlihat, memasuki hutan jati yang kurus dan rumah-rumah penduduk tampak seadanya tanpa bangunan beton dan lantai keramik.
Kondisi jalan makadam, membuat saya seakan harus melompat-lompat. Beberapa pos Polisi Hutan saya lewati, sambil tersenyum dan melambaikan tangan. Melewati SMA 1 Kasiman, membuat saya sadar telah mencapai Kasiman, dan bertanya-tanya apakah perjalanan masih jauh.. kondisi jalan yang makadam membuat saya tidak begitu nyaman. Untuk sekedar mengurangi ketidaknyamana, sesekali saya jepretkan kamera dan menyapa para penduduk yang kebetulan berpapasan membawa ranting-ranting kayu.
Tertulis besar kecamatan Kwedean, saya merasa tidak pernah mendengan nama kecamatan itu selama tinggal di Bojonegoro 20 thn yang lalu, kemudian barulah saya tahu nama kecamatan tersebut adalah kecamatan baru melalui pemekaran kecamatan. Memasuki area hutan kecamatan tersebut, jalan semakin tak membaik, jika jaraknya sudah dekat mungkin lebih baik memilih berjalan kaki. 20 menit kemudianjalan terus menanjak, dan area yang saya masuki berbeda dari area hutan yang telah terlewati.
Jalan menanjak membuat saya bisa melihat landscape view dengan luas, yang saya lihat adalah kerangka-kerangka besi segitiga berdiri tegap menantang langit, tersebar pada beberapa titik. Ya saya telah sampai di Kilang Minyak Tradisional yang seakan tersembunyi di tengah hamparan hijau bukit ini, dan terkenal dengan sebutan Wonocolo tersebut. Menurut informasi yang saya peroleh kilang-kilang ini dioperasikan penduduk setempat, walau pada awalnya dikelola oleh personal individu. Kilang-kilang itu tersebar di beberapa titik, ada yang masih beroperasi dan apa yang telah ditinggal penambangnya. Cuaca siang yang terik adalah sahabat para penambang, karena jika hujan turun aktivitas memasak akan berhenti. Memasak disini adalah proses pemisahan materi air bercampur minyak segar yang keluar dari bor-bor tradisional yang di tarik oleh mesin-mesin mobil. Saya berlarian penasaran melihat materi air bercampur minyak langsung setelah pipa bor diangkat dan memuncratkan material tersebut.
I felt great that evening, menuju dataran yang agak tinggi di bawah kerangka besi segitiga yang tidak terpakai lagi sambil berteriak ....I feel Rawwwkkkkkkk. Kapan lagi bisa ke tempat dimana kilang minyak tradisional masih di operasikan dan menjadi mata pencaharian penduduk setempat. Rasa letih dan tidaknyaman selama perjalanan terbayar tuntas.
| Captured @ Wonocolo Kasiman - Nia 2011 |
irisan himpunan
Posted by
call me niah
Labels:
daily jurnal
/
Comments: (1)
Pagi - secangkir teh - lydia, duduk berhadap-hadapan mengeksplorasi cerita dan kabar. Rangkaian pembicaran bersambung-sambung - mulai dari anger, siklus & chaos - hingga cinta sederhana. Ada beberapa topik yang kemudian seperti menyalakan bohlam di kepalaku (klik), pembicaraan tentang himpunan bagian dan irisan himpunan.
Definisi formal gabungan himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang anggota-anggotanya merupakan anggota A saja, anggota B saja, dan anggota persekutuan A dan B. Irisan himpunan A dan B adalah suatu himpunan yang anggotanya merupakan anggota himpunan A dan sekaligus merupakan anggota himpunan B.
Karena ini cuma catatan informal, jelaslah ku tidak akan membahasnya dalam wacana matematis, karena arah pembicaraan pun hanya bermain-main analogi. Analogi tentang penyatuan dua manusia, as a patner, a pairs, bestfriend bahkan soulmate. Menurut kami jika di analogikan dua manusia yang bersatu ibarat dua himpunan yang saling memiliki bagian di himpunan lainnya atau seperti himpunan bagian atau cuma irisan himpunan. Ada beberapa kesamaan mulai dari sikap, hobi, kesukaan, latarbelakang, cita-cita dan masih banyak lainnya. Namun yang menarik bagi kami adalah jenis himpunan bagian.
Himpunan A disebut himpunan bagian dari B apabila semua anggota A merupakan anggota B. Ibaratnya adalah dua orang dengan sifat dimana salah satu mayoritas memiliki banyak kesamaan, bahkan sama persis. Lidya bilang "how do you think about that, ni?"... I said too much, not interesting. Apa menariknya jika terlalu banyak kesamaan. "You know for B, having patner with A hmm seems like somehow you see part of your self on someone" right ha ha ha... at least it might B will say "I has patner who has everything that already I had". Should I? hmm Neahhh. (ha ha ha ha).
Irisan himpunan mungkin jauh lebih lebih menarik lagi, A dan B berpatner, berpasangan dengan tidak terlalu banyak kesamaan, hanya beberapa elemen kesamaan saja. Lidya bilang "hah just like my father and mother"..." They so different, may they come from different planets'. Jika analogi irisan... kesamaan mereka adalah hobi jadi suporter. ha ha ha. Jika dilihat keseluhan antara dua himpunan hanya memiliki sedikit elemen pada irisan himpunan tersebut.
A
B
"So what do you think ni?'... this's more interesting jawabku. Masih banyak elemen yang tidak saling sama, so banyak elemen-elemen lain untuk dieksplore. Kalo menganalogikan jika berpatner atau berpasangan seperti modei irisan ... seperti menemukan sesuatu yang berbeda dan baru. Jadi keinget status BB teman..."new route so get lost". "hmmm for A, B is suchfull journey to find different side that A dont have, right lyd?".
Hmm, I prefer intersection. I dont have to seek for someone that exactly the same or have many similiarities. I prefer Hunter and Dede Mcall, Capten Haddock and Tintin..... They re great.
mind were meant to sail and travel.....
tulamben , bali - Indonesia




